ABSTRAK
Cianjur
memiliki filosofi yang sangat bagus, yakni ngaos, mamaos dan maenpo yang
mengingatkan tentang 3 (tiga) aspek keparipurnaan hidup. Ngaos adalah tradisi
mengaji yang mewarnai suasana dan nuansa Cianjur dengan masyarakat yang
dilekati dengan ke beragamaan. Citra sebagai daerah agamis ini konon sudah
terintis sejak Cianjur ada dari ketiadan yakni sekitar tahun 1677 dimana tatar
Cianjur ini dibangun oleh para ulama dan santri tempo dulu yang gencar
mengembangkan syiar Islam. Itulah sebabnya Cianjur juga sempat mendapat julukan
gudang santri dan kyai. Bila di tengok sekilas sejarah perjuangan di tatar
Cianjur jauh sebelum masa perang kemerdekaan, bahwa kekuatan-kekuatan
perjuangan kemerdekaan pada masa itu tumbuh dan bergolak pula di pondok-pondok
pesantren. Banyak pejuang-pejuang yang meminta restu para kyai sebelum
berangkat ke medan perang. Mereka baru merasakan lengkap dan percaya diri
berangkat ke medan juang setelah mendapat restu para kyai. Mamaos adalah seni
budaya yang menggambarkan kehalusan budi dan rasa menjadi perekat persaudaraan
dan kekeluargaan dalam tata pergaulan hidup. Seni mamaos tembang sunda
Cianjuran lahir dari hasil cipta, rasa dan karsa Bupati Cianjur R. Aria Adipati
Kusumahningrat yang dikenal dengan sebutan Dalem Pancaniti. Ia menjadi pupuhu
(pemimpin) tatar Cianjur sekitar tahun 1834-1862.
Seni mamaos ini terdiri dari alat kecapi indung (Kecapi besar dan Kecapi rincik (kecapi kecil) serta sebuah suling yang mengiringi panembanan atau juru. Pada umumnya syair mamaos ini lebih banyak mengungkapkan puji-pujian akan kebesaran Tuhan dengan segala hasil ciptaanNya. Sedangkan Maenpo adalah seni diri pencak silat yang menggambarkan keterampilan dan ketangguhan. Pencipta dan penyebar maenpo ini adalah R. Djadjaperbata atau dikenal dengan nama R. H. Ibrahim aliran ini mempunyai ciri permainan rasa yaitu sensitivitas atau kepekaan yang mampu membaca segala gerak lawan ketika anggota badan saling bersentuhan. Dalam maenpo dikenal ilmu Liliwatan (penghindaran) dan Peupeuhan (pukulan).
Apabila filosofi tersebut diresapi, pada hakekatnya merupakan symbol rasa keber-agama-an, kebudayaan dan kerja keras. Dengan keber-agama-an sasaran yang ingin dicapai adalah terciptanya keimanan dan ketaqwaan masyarakat melalui pembangunan akhlak yang mulia. Dengan kebudayaan, masyarakat cianjur ingin mempertahankan keberadaannya sebagai masyarakat yang berbudaya, memiliki adab, tatakrama dan sopan santun dalam tata pergaulan hidup. Dengan kerja keras sebagai implementasi dari filosofi maenpo, masyarakat Cianjur selalu menunjukan semangat keberdayaan yang tinggi dalam meningkatkan mutu kehidupan. Liliwatan, tidak semata-mata permainan beladiri dalam pencak silat, tetapi juga ditafsirkan sebagai sikap untuk menghindarkan diri dari perbuatan yang maksiat. Sedangkan peupeuhan atau pukulan ditafsirkan sebagai kekuatan didalam menghadapi berbagai tantangan dalam hidup.
Seni mamaos ini terdiri dari alat kecapi indung (Kecapi besar dan Kecapi rincik (kecapi kecil) serta sebuah suling yang mengiringi panembanan atau juru. Pada umumnya syair mamaos ini lebih banyak mengungkapkan puji-pujian akan kebesaran Tuhan dengan segala hasil ciptaanNya. Sedangkan Maenpo adalah seni diri pencak silat yang menggambarkan keterampilan dan ketangguhan. Pencipta dan penyebar maenpo ini adalah R. Djadjaperbata atau dikenal dengan nama R. H. Ibrahim aliran ini mempunyai ciri permainan rasa yaitu sensitivitas atau kepekaan yang mampu membaca segala gerak lawan ketika anggota badan saling bersentuhan. Dalam maenpo dikenal ilmu Liliwatan (penghindaran) dan Peupeuhan (pukulan).
Apabila filosofi tersebut diresapi, pada hakekatnya merupakan symbol rasa keber-agama-an, kebudayaan dan kerja keras. Dengan keber-agama-an sasaran yang ingin dicapai adalah terciptanya keimanan dan ketaqwaan masyarakat melalui pembangunan akhlak yang mulia. Dengan kebudayaan, masyarakat cianjur ingin mempertahankan keberadaannya sebagai masyarakat yang berbudaya, memiliki adab, tatakrama dan sopan santun dalam tata pergaulan hidup. Dengan kerja keras sebagai implementasi dari filosofi maenpo, masyarakat Cianjur selalu menunjukan semangat keberdayaan yang tinggi dalam meningkatkan mutu kehidupan. Liliwatan, tidak semata-mata permainan beladiri dalam pencak silat, tetapi juga ditafsirkan sebagai sikap untuk menghindarkan diri dari perbuatan yang maksiat. Sedangkan peupeuhan atau pukulan ditafsirkan sebagai kekuatan didalam menghadapi berbagai tantangan dalam hidup.
PENDAHULUAN
Pertumbuhan
ekonomi (Economic Growth) adalah perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan
barang dan jasa
yang diproduksikan dalam masyarakat bertambah dan kemakmuran masyarakat
meningkat. Masalah pertumbuhan ekonomi dapat dipandang sebagai masalah makro
ekonomi dalam jangka panjang. Perkembangan kemampuan memproduksi barang dan
jasa sebagai akibat pertambahan faktor-faktor
produksi pada umumnya tidak selalu diikuti oleh pertambahan produksi barang dan jasa yang sama besarnya. Pertambahan potensi memproduksi seringkali lebih besar dari pertambahan produksi yang sebenarnya. Dengan demikian perkembangan ekonomi adalah lebih lambat dari potensinya. (Sadono Sukirno, 1994;10).
Sumber Kenaikan Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi umumnya didefinisikan sebagai kenaikan GDPriil per kapita. Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Product, GDP) adalah nilai pasar keluaran total sebuah negara, yang merupakan nilai pasar semua barang jadi dan jasa akhir yang diproduksi selama periode waktu tertentu oleh faktor-faktor produksi yang berlokasi di dalam sebuah negara.
Kenaikan GDP dapat muncul melalui:
1. Kenaikan penawaran tenaga kerja
Penawaran tenaga kerja yang meningkat dapat menghasilkan keluaran yang lebih banyak. Jika stok modal tetap sementara tenaga kerja naik, tenaga kerja baru cenderung akan kurang produktif dibandingkan tenaga kerja lama.
2. Kenaikan modal fisik atau sumber daya manusia
Kenaikan stok modal dapat juga menaikkan keluaran, bahkan jika tidak disertai oleh kenaikan angkatan kerja. Modal fisik menaikkan baik produktivitas tenaga kerja maupun menyediakan secara langsung jasa yang bernilai. Investasi dalam modal sumber daya manusia merupakan sumber lain dari pertumbuhan ekonomi.
3. Kenaikan produktivitas
Kenaikan produktivitas masukan menunjukkan setiap unit masukan tertentu memproduksi lebih banyak keluaran. Produktivitas masukan dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor termasuk perubahan teknologi, kemajuan pengetahuan lain, dan ekonomisnya skala produksi. (Case dan Fair, 1999;326)
Manfaat Pertumbuhan Ekonomi
Manfaat Pertumbuhan Ekonomi antara lain sebagai berikut:
Laju pertumbuhannya untuk mengukur kemajuan ekonomi sebagai hasil pembangunan nasional Pendapatan perkapitanya dipergunakan untuk mengukur tingkat kemakmuran penduduk, sebab semakin meningkat pendapatan perkapita dengan kerja konstan semakin tinggi tingkat kemakmuran penduduk dan juga produktivitasnya.
Sebagai dasar pembuatan proyeksi atau perkiraan penerimaan negara untuk perencanaan pembangunan nasional atau sektoral dan regional. Sebagai dasar penentuan prioritas pemberian bantuan luar negari oleh Bank Dunia atau lembaga internasional lainnya.
Sebagai dasar pembuatan prakiraan bisnis, khususnya persamaan penjualan bagi perusahaan untuk dasar penyusunan perencanaan produk dan perkembangan sumbur daya (tenaga kerja dan modal). (Dornbuch, R dan Fischer, S, 1994:649-651)
produksi pada umumnya tidak selalu diikuti oleh pertambahan produksi barang dan jasa yang sama besarnya. Pertambahan potensi memproduksi seringkali lebih besar dari pertambahan produksi yang sebenarnya. Dengan demikian perkembangan ekonomi adalah lebih lambat dari potensinya. (Sadono Sukirno, 1994;10).
Sumber Kenaikan Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi umumnya didefinisikan sebagai kenaikan GDPriil per kapita. Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Product, GDP) adalah nilai pasar keluaran total sebuah negara, yang merupakan nilai pasar semua barang jadi dan jasa akhir yang diproduksi selama periode waktu tertentu oleh faktor-faktor produksi yang berlokasi di dalam sebuah negara.
Kenaikan GDP dapat muncul melalui:
1. Kenaikan penawaran tenaga kerja
Penawaran tenaga kerja yang meningkat dapat menghasilkan keluaran yang lebih banyak. Jika stok modal tetap sementara tenaga kerja naik, tenaga kerja baru cenderung akan kurang produktif dibandingkan tenaga kerja lama.
2. Kenaikan modal fisik atau sumber daya manusia
Kenaikan stok modal dapat juga menaikkan keluaran, bahkan jika tidak disertai oleh kenaikan angkatan kerja. Modal fisik menaikkan baik produktivitas tenaga kerja maupun menyediakan secara langsung jasa yang bernilai. Investasi dalam modal sumber daya manusia merupakan sumber lain dari pertumbuhan ekonomi.
3. Kenaikan produktivitas
Kenaikan produktivitas masukan menunjukkan setiap unit masukan tertentu memproduksi lebih banyak keluaran. Produktivitas masukan dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor termasuk perubahan teknologi, kemajuan pengetahuan lain, dan ekonomisnya skala produksi. (Case dan Fair, 1999;326)
Manfaat Pertumbuhan Ekonomi
Manfaat Pertumbuhan Ekonomi antara lain sebagai berikut:
Laju pertumbuhannya untuk mengukur kemajuan ekonomi sebagai hasil pembangunan nasional Pendapatan perkapitanya dipergunakan untuk mengukur tingkat kemakmuran penduduk, sebab semakin meningkat pendapatan perkapita dengan kerja konstan semakin tinggi tingkat kemakmuran penduduk dan juga produktivitasnya.
Sebagai dasar pembuatan proyeksi atau perkiraan penerimaan negara untuk perencanaan pembangunan nasional atau sektoral dan regional. Sebagai dasar penentuan prioritas pemberian bantuan luar negari oleh Bank Dunia atau lembaga internasional lainnya.
Sebagai dasar pembuatan prakiraan bisnis, khususnya persamaan penjualan bagi perusahaan untuk dasar penyusunan perencanaan produk dan perkembangan sumbur daya (tenaga kerja dan modal). (Dornbuch, R dan Fischer, S, 1994:649-651)
ekonominya. Sebenarnya, hal tersebut (positif atau negativenya
pertambahan penduduk bagi upaya pembangunan ekonomi) sepenuhnya tergantung
padakemampuan sistem
perekonimian yang bersangkutan untuk menyerap dan secara produktif
memanfaatkan tambahan tenaga kerja tersebut. Adapun kemampuan itusendiri lebih
lanjut dipengaruhi oleh tingkat jenis akumulasi modal dan tersedianyainput atau factor_faktor penunjang,
seperti kecakapan manajerial dan administrasi.
3.Kemajuan TeknologiKemajuan teknologi (technological
progress)
bagi
kebanyakan ekonom merupakansumber pertumbuhan ekonomi yang paling penting.
Dalam pengertiannya yang palingsederhana, kemajuan teknologi terjadi karena
ditemukannya cara baru atau perbaikanatas cara-cara lamadalam menangani
pekerjaan-pekerjaan tradisional seperti kegiatanmenanam jagung, membuat pakaian, atau membangun rumah. Kita mengenal
tigaklasifikasi kemajuan teknologi,
yaitu: kemajuan teknologi yang bersifat netral(
neutral
technological progress
),
kemajuan teknologi yang hemat tenaga kerja (
labor- saving
technological progress
), dan kemajuan teknologi yang hemat modal (
capital- saving
technological progress
).
Kemajuan
teknologi yang netral (
neutral
technolohical progress
)
terjadi
apabilateknologi tersebut memungkinkan kita
mencapai tingkat produksi yang lebih tinggidengan menggunakan jumlah dan
kombinasi faktor input yang sama. Inovasi yangsederhana, seperti pembagian tenaga kerja (semacam spesialisasi) yang
dapatmendorong peningkatan output dan kenaikan konsumsi masyarakat
adalah contohnya.Sementara itu, kemajuan
teknologi dapat berlangsung sedemikian rupa sehinggamenghemat pemakaian modal
atau tenaga kerja (artinya, penggunaan teknologitersebut memungkinkan kita memperoleh output yang lebih tinggi dari
jumlah inputtenaga kerja atau modal yang sama). Penggunaan komputer, mesin
tekstil otomatis, bor listrik berkecepatan tinggi, traktor dan mesin
pembajak tanah, dan banyak lagi jenios mesin serta peralatan modern
lainnya, dapat diklasifikasikan sebagai kemajuan
teknologi yang hemat tenaga kerja
(labor-saving technological progress).
Sedangkan
kemajuan teknologi hemat modal
(capital-saving
technological progress)
merupakan fenomena yang langka. Hal ini dikarenakan
hamper semua
MENINGKATKAN PERTUMBUHAN EKONOMI
Posisi Negara-negara berkembang dewasa ini dalam banyak
hal berbeda dengan yangdimiliki oleh Negara-negara maju pada saat lepas landas
ke arah era pertumbuhanekonomi
modern. Dalam kondisi awal tersebut, paling tidak terdapat delapan
perbedaan penting yang mempengaruhi prospek pertumbuhan ekonomi dan
syarat-syarat terlaksanya pembangunan
ekonomi modern. Kedelapan butir perbedaan yang utama dan yang perludianalisis
lebih lanjut itu adalah sebagai berikut :1.Perbedaan
kekayaan sumber daya alam dan kualitas modal manusia.2.Perbedaan pendapatan per
kapita dan tingkat GNP dibandingkan negara –negara lainnyadi dunia.3.Perbedaan iklim.4.Perbedaan jumlah penduduk, distribusi, serta laju pertumbuhannya.5.Peranan sejarah migrasi internasional.6.Perbedaan dalam memperoleh keuntungan dari
perdagangan internasional.
7.Kemampuan melakukan penelitian dan pengembangan dalam
bidang ilmiah danteknologi
dasar.8.Stabilitas dan fleksibilitas
lembaga-lembaga politik dan sosial.Oleh karena itu agar bisa
meningkatkan pertumbuhan ekonomi suatu negara maka dapatdilakukan upaya perbaikan di segala bidang dan mengeluarkan berbagai macamkebijakan
yang pro terhadap pertumbuhan ekonomi itu sendiri.
Sekilas
Cianjur
Cianjur
dikenal dan lekat dengan pameo ngaos, mamaos dan maenpo. Ngaos adalah tradisi
mengaji sebagai salah satu pencerminan kegiatan keagamaan. Mamaos adalah
pencerminan kehidupan budaya daerah dimana seni mamaos Tembang Sunda Cianjuran
berbibit buit ( berasal )dari tatar Cianjur. Sedangkan maenpo adalah seni
beladiri tempo dulu asli Cianjur yang sekarang lebih dikenal dengan seni
beladiri Pencak Silat.
Luas wilayah Kabupaten Cianjur 350.148 km2 dengan jumlah penduduk pada tahun 2007 sebanyak 2.138.465 jiwa.
Lapangan pekerjaan utama penduduk Kabupaten Cianjur di sektor pertanian yaitu sekitar 52,00 %. Sektor lainnya yang cukup banyak menyerap tenaga kerja adalah sektor perdagangan yaitu sekitar 23,00 %. Sektor pertanian merupakan penyumbang terbesar terhadap PDRB Kabupaten Cianjur yaitu sekitar 42,80 % disusul sektor perdagangan sekitar 24,62%. penelitian dalam dunia ilmu pengetahuan dan teknologi dilakukan di Negara-negaramaju dengan tujuan utama menghemat pekerja, dan bukan menghemat modal. Di Negara-negara dunia ketiga yang berlimpah tenaga kerja tetapi langka modal,kemajuan teknologi hemat modal merupakan sesuatu yang paling diperlukan.Kemajuan teknologi juga dapat meningkatkan modal atau tenaga kerja.
Luas wilayah Kabupaten Cianjur 350.148 km2 dengan jumlah penduduk pada tahun 2007 sebanyak 2.138.465 jiwa.
Lapangan pekerjaan utama penduduk Kabupaten Cianjur di sektor pertanian yaitu sekitar 52,00 %. Sektor lainnya yang cukup banyak menyerap tenaga kerja adalah sektor perdagangan yaitu sekitar 23,00 %. Sektor pertanian merupakan penyumbang terbesar terhadap PDRB Kabupaten Cianjur yaitu sekitar 42,80 % disusul sektor perdagangan sekitar 24,62%. penelitian dalam dunia ilmu pengetahuan dan teknologi dilakukan di Negara-negaramaju dengan tujuan utama menghemat pekerja, dan bukan menghemat modal. Di Negara-negara dunia ketiga yang berlimpah tenaga kerja tetapi langka modal,kemajuan teknologi hemat modal merupakan sesuatu yang paling diperlukan.Kemajuan teknologi juga dapat meningkatkan modal atau tenaga kerja.
Kemajaunteknologi yang meningkatkan pekerja
(labor-augmenting technological progress)
terjadi apabila penerapan teknologi tersebut mampu meningkatkan
mutu atauketrampilan
angkatan kerja secara umum. Misalnya, dengan menggunakan videotape,televise,
dan media komunikasi elektronik lainnya di dalam kelas, proses belajar biaslebih lancar sehingga tingkat penyerapan bahan
pelajaran juga menjadi lebih baik.Demikian
pula halnya dengan
kemajuan
teknologi yang meningkatkan modal
(capital-augmenting technological progress).
jenis kemajuan ini terjadi jika penggunaan teknologi tersebut
memungkinkan kita memanfaatkan barang modal yangada secara lebih produktif. Misalnya, penggunaan bajak kayu dengan bajak
bajadalam produksi pertanian
Sawah
nan subur : Sebagai daerah agraris Kab.Cianjur
Merupakan penghasil padi berkualitas.
Merupakan penghasil padi berkualitas.
Secara
administratif Pemerintah kabupaten Cianjur terbagi dalam 32 Kecamatan, dengan
batas-batas administratif :
- Sebelah utara berbatasan dengan wilayah Kabupaten Bogor dan Kabupaten Purwakarta.
- Sebelah barat berbatasan dengan wilayah Kabupaten Sukabumi.
- Sebelah Selatan berbatasan dengan Samudra Indonesia.
- Sebelah Timur berbatasan dengan wilayah Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut.
Secara
geografis , Kabupaten Cianjur dapat dibedakan dalam tiga wilayah pembangunan
yakni wilayah utara, tengah dan wilayah selatan.
- Wilayah Utara
Meliputi 16 Kecamatan : Cianjur, Cilaku,
Warungkondang,Gekbrong, Cibeber, Karangtengah, Sukaluyu, Ciranjang,
Bojongpicung, Mande, Cikalongkulon, Cugenang , Sukaresmi, Cipanas, Pacet dan
Haurwangi.
- Wilayah Tengah
Meliputi 9 Kecamatan : Sukanagara, Takokak, Campaka, Campaka
Mulya, Tanggeung, Pagelaran, Leles, Cijati dan Kadupandak.
- Wilayah Selatan
Meliputi 7 Kecamatan : Cibinong,
Agrabinta, Sindangbarang, Cidaun , Naringgul, Cikadu dan Pasirkuda.
Sebagaimana
daerah beriklim tropis, maka di wilayah Cianjur utara tumbuh subur tanaman
sayuran, teh dan tanaman hias. Di wilayah Cianjur Tengah tumbuh dengan baik
tanaman padi, kelapa dan buah-buahan. Sedangkan di wilayah Cianjur Selatan
tumbuh tanaman palawija, perkebunan teh, karet, aren, cokelat, kelapa serta
tanaman buah-buahan. Potensi lain di wilayah Cianjur Selatan antara lain obyek
wisata pantai yang masih alami dan menantang investasi.
Sebagai daerah agraris yang pembangunananya bertumpu pada sektor pertanian, kabupaten Cianjur merupakan salah satu daerah swa-sembada padi. Produksi padi pertahun sekitar 625.000 ton dan dari jumlah sebesar itu telah dikurangi kebutuhan konsumsi lokal dan benih, masih memperoleh surplus padi sekitar 40 %. Produksi pertanian padi terdapat hampir di seluruh wilayah Cianjur.
Kecuali di Kecamatan Pacet dan Sukanagara. Di kedua Kecamatan ini, didominasi oleh tanaman sayuran dan tanaman hias. Dari wilayah ini pula setiap hari belasan ton sayur mayur dipasok ke Jabotabek.
Sebagai daerah agraris yang pembangunananya bertumpu pada sektor pertanian, kabupaten Cianjur merupakan salah satu daerah swa-sembada padi. Produksi padi pertahun sekitar 625.000 ton dan dari jumlah sebesar itu telah dikurangi kebutuhan konsumsi lokal dan benih, masih memperoleh surplus padi sekitar 40 %. Produksi pertanian padi terdapat hampir di seluruh wilayah Cianjur.
Kecuali di Kecamatan Pacet dan Sukanagara. Di kedua Kecamatan ini, didominasi oleh tanaman sayuran dan tanaman hias. Dari wilayah ini pula setiap hari belasan ton sayur mayur dipasok ke Jabotabek.
Panen Raya : Kerja keras yang
tak pernah sia - sia.
Pengembangan usaha perikanan air
tawar dan laut di Kabupaten Cianjur cukup potensial. Baik untuk usaha berskala
kecil maupun besar. Beberapa faktor pendukungnya adalah : jumlah penduduk yang
relatif besar serta tersedianya lahan budi daya ikan air tawar dan ikan laut.
Usaha pertambakan ikan dan penagkapan ikan laut memiliki peluang besar di
wilayah Cianjur selatan, khususnya di sepanjang pantai Cidaun hingga Agrabinta.
Di wilayah ini, mulai dirintis dan di kembangkan pertambakan budi daya udang.
Sedangkan budi daya ikan tawar terbuka luas di cianjur utara dan cianjur
tengah. Di wilayah ini terdapat budi daya ikan hias, pembenihan ikan, mina
padi, kolam air deras dan keramba serta usaha jaring terapung di danau Cirata,
yang sekaligus merupakan salah satu obyek wisata yang mulai berkembang.
Petani Bunga : Untuk menggunting
dan merangkai setangkai
Bonsai pun diperlukan kelembutan Berkat ketekunan
tercipta Bonsai dengan harga yag relatif mahal.
Bonsai pun diperlukan kelembutan Berkat ketekunan
tercipta Bonsai dengan harga yag relatif mahal.
Sementara
itu , potensi perkebunan di Kabupaten Cianjur cukup besar dimana sekitar 19,4 %
dari seluruh luas merupakan areal perkebunan . Selama in dikelola oleh
Perkebunan Besar Negara (PBN) seluas 10.709 hektar, Perkebunan Besar Swasta
(PBS) sekitar 20.174 hektar dan Perkebunan Rakyat (PR) seluas 37.167 hektar.
Peningkatan produksi perkebunan, terutama komoditi teh cukup baik.
Produktivitas teh rakyat mampu mencapai antara 1.400 - 1.500 kg teh kering per
hektar. Sedangkan yang di kelola oleh perkebunan besar rata-rata mencapai di
atas 2.000 kg per hektar.
Perkembangan
Sebagai pusat pelayanan jasa dan
perdagangan, kota Cianjur harus berperan dalam melayani kegiatan pemasaran
komoditi perdagangan ke wilayah lebih luas. Peningkatan berbagai hasil produksi
masyarakat di sekitarnya, terutama di sektor pertanian jelas memerlukan sarana
pemasaran yang lebih memadai. Demikian pula masyarakat konsumen dalam memenuhi
kebutuhan rumah tangganya, memerlukan tempat belanja yang lebih baik dan
lengkap. Oleh karena itu, di kota Cianjur kini terdapat pusat-pusat perdagangan
tradisional tetapi berwajah modern yaitu dengan di bangunnya Pasar Induk
Cianjur dan Pasar Muka Cianjur yang di lengkapi departement store Ramayana.
Disamping tempat pembelanjaan lainnya seperti Pusat Glosir dan Super Mall
Mayofield, yang terletak di Jl. Dr. Muwardi -Rancagoong.Toserba Selamat,
di jl.Siliwangi perempatan Joglo Cianjur
Lapangan Prawatasari Joglo
Cianjur :
Salah satu sarana olahraga masyarakat Cianjur.
Salah satu sarana olahraga masyarakat Cianjur.
Pertumbuhan dan Perkembangan kota
Cianjur pada dasarnya saling bergantungan dengan daerah yang lebih luas
(regional), yaitu berupa interaksi kegiatan-kegiatan sosial, ekonomi, dan
pemerintahan. Selaras dengan hal tersebut, di dalam konsep pengembangan wilayah
regional Jawa Barat, kota Cianjur termasuk daerah penyangga pengaruh
pengembangan wilayah Bandung Raya.Beberapa fungsi yang sangat menonjol, yaitu
sebagai pusat pemerintah, perdagangan dan jasa, serta pusat pengembangan sosial
budaya. Disamping itu, kota Cianjur di lintasi jaringan jalan antara kota-kota
besar, seperti Bandung dan Jakarta sehingga potensi itu memberikan dampak yang
positif terhadap pertumbuhan Kabupaten Cianjur maupun bagi kota Cianjur
sendiri.
Pasar Muka : Pasar semi modern
wujud
kemajuan perekonomian masyarakat.
kemajuan perekonomian masyarakat.
Untuk memperluas jaringan jalan
di kota Cianjur, Pemerintah daerah membangun jaringan-jaringan jalan baru.
Salah satu adalah Jalan Dr. Muwardi-Rancagoong sepanjang 3,6 km di sebelah
timur kota Cianjur. Jaringan jalan ini menghubungkan arus bolak balik kendaraan
dari Jakarta - Bogor - Bandung yang melewati Sukabumi tanpa harus melewati
jaringan jalan di pusat kota Cianjur yang kepadatannya sudah cukup tinggi.
Dengan di bangunnya jalan tersebut, disamping dalam rangka pengembangan kota
Cianjur serta untuk memperluas pergerakan aktivitas masyarakat perkotaan, juga
akan mendorong perkembangan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi dan sosial budaya
sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Pusat
perbelanjaan : Aman, Nyaman & Lengkap.
Ruas
jalan lainnya yang dibangun ialah jalan lingkar belakang terminal bis Rawabango
- Bojong - Maleber di Kecamatan Karangtengah sepanjang 3 km. Ruas jalan ini di
bangun untuk mengurangi kepadatan lalu lintas pada ruas jalan di depan terminal
bus Rawabango.
Sebuah kota tanpa dilihat ukuran besar kecilnya akan selalu dipengaruhi oleh perkembangan mobilitas dan aktivitas penduduk. Kota Cianjur yang dilintasi kota-kota besar (Bandung-Jakarta) menuntut adanya peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Hal ini sesuai dengan salah satu tujuan yang ingin dicapai yakni mewujudkan kota Cianjur yang nyaman dan membetahkan sebagai salah satu tujuan investasi dan pariwisata andalan.Untuk itu dilakukan re-design / penataan dan pembenahan kembali kota Cianjur melalui Revisi Tata Ruang Kota Cianjur.
Dalam rangka memperluas kota Cianjur, ada obsesi yang ingin diwujudkan dalam strategi jangka panjang yaitu ; pembangunan jalan lingkar timur dari awal ruas Workshop sampai akhir ruas Rawabango, pembangunan jalan tembus awal ruas jalan Sindanglaka sampai akhir ruas Rawabango dan pembangunan/relokasi sub terminal di Kawasan , Sindanglaka, Karangtengah dan Warungbatu Panembong. Masyarakat Cianjur dikenal sebagai masyarakat yang 'nyantri' religius. Hal tersebut dibuktikan dengan semakin menguatnya komitmen masyarakat Cianjur untuk melaksanakan Syari'at Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan tetap berada dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sebuah kota tanpa dilihat ukuran besar kecilnya akan selalu dipengaruhi oleh perkembangan mobilitas dan aktivitas penduduk. Kota Cianjur yang dilintasi kota-kota besar (Bandung-Jakarta) menuntut adanya peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Hal ini sesuai dengan salah satu tujuan yang ingin dicapai yakni mewujudkan kota Cianjur yang nyaman dan membetahkan sebagai salah satu tujuan investasi dan pariwisata andalan.Untuk itu dilakukan re-design / penataan dan pembenahan kembali kota Cianjur melalui Revisi Tata Ruang Kota Cianjur.
Dalam rangka memperluas kota Cianjur, ada obsesi yang ingin diwujudkan dalam strategi jangka panjang yaitu ; pembangunan jalan lingkar timur dari awal ruas Workshop sampai akhir ruas Rawabango, pembangunan jalan tembus awal ruas jalan Sindanglaka sampai akhir ruas Rawabango dan pembangunan/relokasi sub terminal di Kawasan , Sindanglaka, Karangtengah dan Warungbatu Panembong. Masyarakat Cianjur dikenal sebagai masyarakat yang 'nyantri' religius. Hal tersebut dibuktikan dengan semakin menguatnya komitmen masyarakat Cianjur untuk melaksanakan Syari'at Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan tetap berada dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Keadaan Penduduk
Pembangunan
kependudukan merupakan langkah penting dalam mencapai pembanguna berkelanjutan.
Upaya ini di selenggarakan melalui dua langkah pokok pengendalian kuantitas
penduduk. Pengendalian kuantitas dilaksanakan melalui program Keluarga
Berencana dan Kesehatan reproduksi, pengaturan mobiltas penduduk dan
penyelenggaraan administrasi kependudukan.Sedangkan peningkatan kualitas
penduduk dapat dilihat melalui pencapaian indek pembangunan manusia ( IPM ).
A. Laju Pertumbuhan Penduduk
Jumlah penduduk Kabupaten Cianjur tahun 1995 sebanyak 1.745.763 jiwa tahun 2000 sebanyak 1.922.106 jiwa, dan pada thun 2006 sebanyak 2.125.023 jiwa. Selama periode tahun 1995-2006 laju pertumbuhan penduduk Kabupaten Cianjur rata-rata sebesar 1,86% per tahun. Angka laju pertumbuhan penduduk berdasarkan data Susenas lebih tinggi bila dibandingkan dengan laju pertumbuhan penduduk berdasarkan pencacahan sensus penduduk (SP) tahun 2000 sebesar 1,57% tahun 0,25persen dibanding laju pertumbuhan penduduk hasil sensus penduduk (SP) tahun 1990 yaitu sebesar 1,82%. Angka itu masih berada diatas laju pertumbuhan penduduk secara nasional yaitu 1,49%, namun masih dibawah rata-rata jawa barat pada periode 2004-2006 sebersar 2,09%.
Dilihat dari setiap Kecamatan , angka laju pertumbuhan penduduknya sangat fluktuatif, dengan angka tertinggi derada diatas rata-rata kebupaten ditepati oleh kecamatan Karangtengah (3,72%), Mande (2,75%), Ciranjang (2,20%), Cugenang (1,96%), Bojongpicung (1,87%), dan Pacet (1,96%). Masih tinggiya angka laju pertumbuhan penduduk di kabupaten Cianjur selama periode tahun 1995-2005 ini antara lain disebabkan oleh masih belum terkendalinya angka kelahiran total ( Total Ferlity Rate / TFR). Idealnya laju pertumbuhan ini harus dapat ditekan sampai mendekati angka 1% atau bahkan kurang.Berdasarkan series tahun 1995-2005, pencacahan sensus diprediksikan untuk kurun waktu 2005-2015, perkiraan laju pertumbuhan penduduk Kabupten Cianjur rata-rata akan jatuh pada angka 1,62%-1,86%.
B. Kepadatan Penduduk
Kepadatan penduduk Kabupten Cianjur pada tahun 2005 sekitar 548,94 jiwa per km². laju pertumbuhan penduduk Kabupaten Cianjur ini tidak merata, terlihat bahwa sekitar 63,90% penduduk Kabupaten Cianjur terkonsentrasi di bagian utara, 19,19% mendiami berbagai kecamatan dibagian tengah dan sisanya sebanyak 17,12% berada di berbagai Kecamatan di bagian selatan kabupaten Cianjur.
Kepadatan penduduk di kecamatan-kecamatan wilayah utara jauh lebih tinggi dibandingkan wilayah selatan dan tengah, dengan demikian pengembangan potensi ekonomi kecamatan-kecamatan di wilayah tengah dan selatan menghadapi kendala untuk dikembangkan, antara lain karena penduduknya masih jarang dan terpencar sehingga secara ekonomis pengembangan di wilayah tersebut kurang menguntunkan. Terjadinya kesenjangan penyebaran penduduk secara geografis dimungkinkan berklaitan erat dengan faktor daya tarik wilayah,terutama,dengan asfek ekonomi serta ketersediaan sarana tempat tinggal yang memadai. Beberapa Kecamatan yang memperlihatkan kepadatan penduduk cukup tinggi di wilayah Cianjur utara antara lain Kecamatan Cianjur (6.275,98 jiwa/km²), Karangtengah (3.073,68 jiwa/km²) , Kercamatan Ciranjang (2.276,76 jiwa/km²), Cipanas (1.834,47 jiwa/km²), Pacet (1.495,03 jiwa/km²), Sukaluyu (1.546,96 jiwa/km²), Cugenang (1.424,14 jiwa/km²), Cilaku (1.455,18 jiwa/km²), dan Warungdoyong ( 1.279,57 jiwa/km²). Sementara itu kecamatan yang mempunyai kepadatn penduduk geografis terkecil adalah kecamatan Naringul (180,75 jiwa/km²) dan kecamatan Agrabinta (184,40 jiwa/km²).Sedangkan berdasarkan hasil proyeksi pada tahun 2011 kepadatan penduduk tertinggi terdapat di kecamatan Karang Tengah dengan jumlah kepadatan penduduk sebesar 10.014jiwa/km². Sementara kecamatan dengan kepadatan penduduk terendah pada tahun 2011 adalah kecamatan Cidaun dan Naringgul,masing-masing memiliki kepadatan penduduk sebesar 165 jiwa/km² dan 194 jiwa/km².
A. Laju Pertumbuhan Penduduk
Jumlah penduduk Kabupaten Cianjur tahun 1995 sebanyak 1.745.763 jiwa tahun 2000 sebanyak 1.922.106 jiwa, dan pada thun 2006 sebanyak 2.125.023 jiwa. Selama periode tahun 1995-2006 laju pertumbuhan penduduk Kabupaten Cianjur rata-rata sebesar 1,86% per tahun. Angka laju pertumbuhan penduduk berdasarkan data Susenas lebih tinggi bila dibandingkan dengan laju pertumbuhan penduduk berdasarkan pencacahan sensus penduduk (SP) tahun 2000 sebesar 1,57% tahun 0,25persen dibanding laju pertumbuhan penduduk hasil sensus penduduk (SP) tahun 1990 yaitu sebesar 1,82%. Angka itu masih berada diatas laju pertumbuhan penduduk secara nasional yaitu 1,49%, namun masih dibawah rata-rata jawa barat pada periode 2004-2006 sebersar 2,09%.
Dilihat dari setiap Kecamatan , angka laju pertumbuhan penduduknya sangat fluktuatif, dengan angka tertinggi derada diatas rata-rata kebupaten ditepati oleh kecamatan Karangtengah (3,72%), Mande (2,75%), Ciranjang (2,20%), Cugenang (1,96%), Bojongpicung (1,87%), dan Pacet (1,96%). Masih tinggiya angka laju pertumbuhan penduduk di kabupaten Cianjur selama periode tahun 1995-2005 ini antara lain disebabkan oleh masih belum terkendalinya angka kelahiran total ( Total Ferlity Rate / TFR). Idealnya laju pertumbuhan ini harus dapat ditekan sampai mendekati angka 1% atau bahkan kurang.Berdasarkan series tahun 1995-2005, pencacahan sensus diprediksikan untuk kurun waktu 2005-2015, perkiraan laju pertumbuhan penduduk Kabupten Cianjur rata-rata akan jatuh pada angka 1,62%-1,86%.
B. Kepadatan Penduduk
Kepadatan penduduk Kabupten Cianjur pada tahun 2005 sekitar 548,94 jiwa per km². laju pertumbuhan penduduk Kabupaten Cianjur ini tidak merata, terlihat bahwa sekitar 63,90% penduduk Kabupaten Cianjur terkonsentrasi di bagian utara, 19,19% mendiami berbagai kecamatan dibagian tengah dan sisanya sebanyak 17,12% berada di berbagai Kecamatan di bagian selatan kabupaten Cianjur.
Kepadatan penduduk di kecamatan-kecamatan wilayah utara jauh lebih tinggi dibandingkan wilayah selatan dan tengah, dengan demikian pengembangan potensi ekonomi kecamatan-kecamatan di wilayah tengah dan selatan menghadapi kendala untuk dikembangkan, antara lain karena penduduknya masih jarang dan terpencar sehingga secara ekonomis pengembangan di wilayah tersebut kurang menguntunkan. Terjadinya kesenjangan penyebaran penduduk secara geografis dimungkinkan berklaitan erat dengan faktor daya tarik wilayah,terutama,dengan asfek ekonomi serta ketersediaan sarana tempat tinggal yang memadai. Beberapa Kecamatan yang memperlihatkan kepadatan penduduk cukup tinggi di wilayah Cianjur utara antara lain Kecamatan Cianjur (6.275,98 jiwa/km²), Karangtengah (3.073,68 jiwa/km²) , Kercamatan Ciranjang (2.276,76 jiwa/km²), Cipanas (1.834,47 jiwa/km²), Pacet (1.495,03 jiwa/km²), Sukaluyu (1.546,96 jiwa/km²), Cugenang (1.424,14 jiwa/km²), Cilaku (1.455,18 jiwa/km²), dan Warungdoyong ( 1.279,57 jiwa/km²). Sementara itu kecamatan yang mempunyai kepadatn penduduk geografis terkecil adalah kecamatan Naringul (180,75 jiwa/km²) dan kecamatan Agrabinta (184,40 jiwa/km²).Sedangkan berdasarkan hasil proyeksi pada tahun 2011 kepadatan penduduk tertinggi terdapat di kecamatan Karang Tengah dengan jumlah kepadatan penduduk sebesar 10.014jiwa/km². Sementara kecamatan dengan kepadatan penduduk terendah pada tahun 2011 adalah kecamatan Cidaun dan Naringgul,masing-masing memiliki kepadatan penduduk sebesar 165 jiwa/km² dan 194 jiwa/km².
PARIWISATA
Curug Citambur
Curug
ini sangat indah karena merupakan air terjun +/- 40 meter, air yang turun
sebagian menjadi uap dan embun sehingga lokasi sekitar curug menjadi sejuk.
Terletak di Kecamatan Pasirkuda. Jarak dari kota Cianjur 65 Km
Fasilitas
yang tersedia di kecamatan Pegelaran, Tangeung dan Cibinong :
- Obyek Wisata : 3 buah
- Penginapan : 2 buah
- Rumah Makan : 8 buah
Gunung Gede
Gunung Gede merupakan tempat
paling favorit untuk pendakian dan berkemah. Hampir setiap pekan, ada saja
pencinta alam yang mencoba mendaki puncak Gunung Gede setinggi 2.958 meter itu.
Puncak-puncaknya dapat terlihat dengan jelas dari Cibodas Kecamatan Pacet.
Disampingnya berdiri sangat kokoh Gunung Pangrango yang bila dilihat dari kejauhan nampak seperti segitiga runcing sedangkan Gunung Gede berbentuk kubah. Kedua gunung yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango (TNGP) ini memiliki keindahan alam asli. Di Puncak Gunung Gede terdapat kawah aktif (terakhir meletus pada 1957) serta padang rumput yang ditumbuhi bunga abadi (Edelweis/Anapahlis javanica) yang merupakan daya tarik bagi pendaki. Puncak lainnya yang kerap dikunjungi pendaki gunung adalah Mandalawangi (3.002 m), Sukaratu (2.836 m), dan Gunung Gemuruh (2.928 m).
Disampingnya berdiri sangat kokoh Gunung Pangrango yang bila dilihat dari kejauhan nampak seperti segitiga runcing sedangkan Gunung Gede berbentuk kubah. Kedua gunung yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango (TNGP) ini memiliki keindahan alam asli. Di Puncak Gunung Gede terdapat kawah aktif (terakhir meletus pada 1957) serta padang rumput yang ditumbuhi bunga abadi (Edelweis/Anapahlis javanica) yang merupakan daya tarik bagi pendaki. Puncak lainnya yang kerap dikunjungi pendaki gunung adalah Mandalawangi (3.002 m), Sukaratu (2.836 m), dan Gunung Gemuruh (2.928 m
Disampingnya berdiri sangat kokoh Gunung Pangrango yang bila dilihat dari kejauhan nampak seperti segitiga runcing sedangkan Gunung Gede berbentuk kubah. Kedua gunung yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango (TNGP) ini memiliki keindahan alam asli. Di Puncak Gunung Gede terdapat kawah aktif (terakhir meletus pada 1957) serta padang rumput yang ditumbuhi bunga abadi (Edelweis/Anapahlis javanica) yang merupakan daya tarik bagi pendaki. Puncak lainnya yang kerap dikunjungi pendaki gunung adalah Mandalawangi (3.002 m), Sukaratu (2.836 m), dan Gunung Gemuruh (2.928 m).
Disampingnya berdiri sangat kokoh Gunung Pangrango yang bila dilihat dari kejauhan nampak seperti segitiga runcing sedangkan Gunung Gede berbentuk kubah. Kedua gunung yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango (TNGP) ini memiliki keindahan alam asli. Di Puncak Gunung Gede terdapat kawah aktif (terakhir meletus pada 1957) serta padang rumput yang ditumbuhi bunga abadi (Edelweis/Anapahlis javanica) yang merupakan daya tarik bagi pendaki. Puncak lainnya yang kerap dikunjungi pendaki gunung adalah Mandalawangi (3.002 m), Sukaratu (2.836 m), dan Gunung Gemuruh (2.928 m
Edelweis : Bunga langka pesona
Gunung Gede
Dari puncak Gunung Gede dapat
disaksikan kota-kota terdekat, yakni Cipanas di sebelah utara, Sukabumi di
selatan, Bogor di barat laut, dan Cianjur di sebelah timur.
Puncak Gunung Gede
Pendakian terhadap Gunung Gede dapat dimulai dari Pos Jaga yang terletak di dalam Kebun Raya Cibodas. Melalui hutan tropis yang sangat indah, selama pendakian menuju Pondok Kandang Badak (4 jam) yang sebelumnya melewati pertigaan ke arah Air Terjun Cibeureum (1 jam) akan dijumpai 2-3 pondok, mata air dan air panas. Bila kelelahan, bisa istirahat di Pondok Kandang Badak.
Puncak Gunung Gede
Pendakian terhadap Gunung Gede dapat dimulai dari Pos Jaga yang terletak di dalam Kebun Raya Cibodas. Melalui hutan tropis yang sangat indah, selama pendakian menuju Pondok Kandang Badak (4 jam) yang sebelumnya melewati pertigaan ke arah Air Terjun Cibeureum (1 jam) akan dijumpai 2-3 pondok, mata air dan air panas. Bila kelelahan, bisa istirahat di Pondok Kandang Badak.
Puncak
Gunung Gede
Sementara
itu satwa liar yang bisa dijumpai di sepanjang pendakian adalah owa hylobates
moloch), surili (Presbitis comata), lutung (Trachypithecus auratus), kera
(Macaca fascicularis), macan tutul (Panthera pardus), mencek (Muntiacus
muntjak), dan elang jawa (Spizaelus bartelsii).
Taman
Cibodas
Seandainya masih ada sorga di muka bumi
ini, maka Cibidoas pastilah merupakan sebagian dari sorga itu. Begitulah
gambaran kekaguman seorang ahli fisiologi tumbuhan Dr. F.W. Went tentang
keindangan Kebun Raya Cibodas.
Dr. F.W. Went mungkin benar. Karena bila kita datang langsung ke Kebun Raya Cibodas, tak terbayangkan keindahannya. Pepohonan dan tetumbuhan nan hijau terhampar sepanjang mata memandang.
Kebun Raya yang luasnya 80 hektar yang terletak di kaki Gunung Gede-Pangrango ini sudah lama dikenal sebagai obyek wisata yang sangat menarik. Bahkan, ada yang memberikan julukan Taman Firdaus di Asia.
Keindahan Kebun Raya Cibodas didukung oleh koleksi pepohonannya. Di sini tersimpan koleksi ratusan pepohonan baik yang tua maupun pepohonan muda. Tercatat 5.831 contoh tanaman dari 1.206 jenis hidup disini.
Kebun Raya Cibodas yang merupakan pintu gerbang bagi para pendaki gunung yang ingin mendaki Gunung Gede dikunjungi tidak kurang dari 400.000 orang. Beberapa lokasi yang diminati pengunjung antara lain rumah kaca (green house), Jalan Araucaria (auracarua Avenue), Air Terjun Cibodas dan lokasi lanskap beserta kolam air mancur.
Di rumah kaca yang berisi kaktus, Anda bisa melihat anggrek dan tanaman langka yang beraneka ragam. Ada hampir 4.000 contoh tanaman dari 350 jenis kaktus 360 jenis anggrek tersimpan di rumah kaca ini.
Sebagai obyek wisata alam, Kebun Raya Cibodas, akan memanjakan. Anda beserta keluarga dengan keindahan alamnya. Udara sejuk, angin sepoi-sepoi dan kicauan burung akan membawa Anda ke alam khayalan yang tak terbayangkan sebelumnya.
Gemericik air mancur yang keluar dengan derasnya akan menyambut pengunjung begitu melewati pintu gerbang Kebun Raya Cibodas. Puluhan ikan mas besar-besar yang menghuni kolam tepat di seberang pintu gerbang, seakan mengajak Anda untuk menikmati Kebun Raya Cibodas sepuas-puasnya.
Dr. F.W. Went mungkin benar. Karena bila kita datang langsung ke Kebun Raya Cibodas, tak terbayangkan keindahannya. Pepohonan dan tetumbuhan nan hijau terhampar sepanjang mata memandang.
Kebun Raya yang luasnya 80 hektar yang terletak di kaki Gunung Gede-Pangrango ini sudah lama dikenal sebagai obyek wisata yang sangat menarik. Bahkan, ada yang memberikan julukan Taman Firdaus di Asia.
Keindahan Kebun Raya Cibodas didukung oleh koleksi pepohonannya. Di sini tersimpan koleksi ratusan pepohonan baik yang tua maupun pepohonan muda. Tercatat 5.831 contoh tanaman dari 1.206 jenis hidup disini.
Kebun Raya Cibodas yang merupakan pintu gerbang bagi para pendaki gunung yang ingin mendaki Gunung Gede dikunjungi tidak kurang dari 400.000 orang. Beberapa lokasi yang diminati pengunjung antara lain rumah kaca (green house), Jalan Araucaria (auracarua Avenue), Air Terjun Cibodas dan lokasi lanskap beserta kolam air mancur.
Di rumah kaca yang berisi kaktus, Anda bisa melihat anggrek dan tanaman langka yang beraneka ragam. Ada hampir 4.000 contoh tanaman dari 350 jenis kaktus 360 jenis anggrek tersimpan di rumah kaca ini.
Sebagai obyek wisata alam, Kebun Raya Cibodas, akan memanjakan. Anda beserta keluarga dengan keindahan alamnya. Udara sejuk, angin sepoi-sepoi dan kicauan burung akan membawa Anda ke alam khayalan yang tak terbayangkan sebelumnya.
Gemericik air mancur yang keluar dengan derasnya akan menyambut pengunjung begitu melewati pintu gerbang Kebun Raya Cibodas. Puluhan ikan mas besar-besar yang menghuni kolam tepat di seberang pintu gerbang, seakan mengajak Anda untuk menikmati Kebun Raya Cibodas sepuas-puasnya.
Untuk
menjelajahi seluruh isi Kebun Raya Cibodas, berjalan kaki akan lebih
menyenangkan. Namun, mengingat konturnya yang naik-turun, sebaliknya
berkendaraan. Kecuali jika fisik Anda kuat.
Selain menyuguhkan pepohonan nan hijau, di bagian belakang kebun di Anda dapat melihat sungai yang airnya jernih. Karena membelah jalan, Anda harus melintasi sungai yang penuh dengan bebatuan ini. Sungai ini terletak di ketinggian, sehingga bila Anda memandang pemandangan sekitar, serasa akan berada di puncak gunung. Di sekitar sungai ini, jika kebetulan, Anda dapat bertemu dengan kera bahkan babi hutan.
Kebun Raya Cibodas terletak di desa Rarahan, Cimacan, Cianjur. Jaraknya sekitar 85 km dari Jakarta. Atau, sekitar 90 menit perjalnaan melalui jalan raya Bogor-Puncak-Cianjur. Dari pinggir jalan raya kita masih harus berjalan atau menaiki kendaraan kurang lebih 4 km lagi untuk tiba di sana. Kebun yang letaknya di ketinggian 1.500 m ini berhawa sejuk, 18 derajat celcius.
Konon, pembukaan Kebun Raya Cibodas terkait dengan sejarah masuknya kina di Indonesia. Pada awalnya, ahli botani Belanda Johannes Elias Teysmann menyiapkan lahan yang kini Kebun Raya Cibodas itu untuk perkebunan kina. Tapi tanah di Cibodas tidak cocok untuk pohon kina.
Bibit pohon kina yang dibawa dari negeri Belanda tiba di Batavia pada 11 April 1852 yang dijadikan hari lahirnya Kebun Raya Cibodas.
Selain menyuguhkan pepohonan nan hijau, di bagian belakang kebun di Anda dapat melihat sungai yang airnya jernih. Karena membelah jalan, Anda harus melintasi sungai yang penuh dengan bebatuan ini. Sungai ini terletak di ketinggian, sehingga bila Anda memandang pemandangan sekitar, serasa akan berada di puncak gunung. Di sekitar sungai ini, jika kebetulan, Anda dapat bertemu dengan kera bahkan babi hutan.
Kebun Raya Cibodas terletak di desa Rarahan, Cimacan, Cianjur. Jaraknya sekitar 85 km dari Jakarta. Atau, sekitar 90 menit perjalnaan melalui jalan raya Bogor-Puncak-Cianjur. Dari pinggir jalan raya kita masih harus berjalan atau menaiki kendaraan kurang lebih 4 km lagi untuk tiba di sana. Kebun yang letaknya di ketinggian 1.500 m ini berhawa sejuk, 18 derajat celcius.
Konon, pembukaan Kebun Raya Cibodas terkait dengan sejarah masuknya kina di Indonesia. Pada awalnya, ahli botani Belanda Johannes Elias Teysmann menyiapkan lahan yang kini Kebun Raya Cibodas itu untuk perkebunan kina. Tapi tanah di Cibodas tidak cocok untuk pohon kina.
Bibit pohon kina yang dibawa dari negeri Belanda tiba di Batavia pada 11 April 1852 yang dijadikan hari lahirnya Kebun Raya Cibodas.
Istana Presiden
Istana
Presiden Cipanas : Istana ini dibangun pada tahun 1740 oleh Van Heuts di atas
tanah seluas 25 Ha. Istana Presiden Cipanas atau lebih dikenal sebagai Istana
Cipanas terletak di kaki Gunung Gede, 103 km dari Jakarta ke arah Bandung, atau
17 km dari kota Cianjur. Walau tidak dipakai, Istana Cipanas tetap terpelihara
dengan baik. Pemandangan di sekitar istana yang ditumbuhi sayur-sayuran,
buah-buahan serta tanaman hias memberi nuansa asri. Istana megah yang dibangun
pada 1740 ini dapat dikunjungi umum dengan izin khusus dari Sekretaris Negara.
Kompleks Istana Cipanas berdiri diatas tanah seluas 26 hektar, terdiri atas gedung induk dan tujuh buah paviliun, dilengkapi sarana olahraga. Luas gedung merupakan bangunan panggun sluas 950 m2, terdiri beberapa ruangan. Terletak pada ketinggian 1.100 meter, sejauh mata memandang tampak sayur-sayuran, buah-buahan, tanaman hias dan tanaman keras yang ditata dalam sebuah hutan kecil.
Kompleks Istana Cipanas berdiri diatas tanah seluas 26 hektar, terdiri atas gedung induk dan tujuh buah paviliun, dilengkapi sarana olahraga. Luas gedung merupakan bangunan panggun sluas 950 m2, terdiri beberapa ruangan. Terletak pada ketinggian 1.100 meter, sejauh mata memandang tampak sayur-sayuran, buah-buahan, tanaman hias dan tanaman keras yang ditata dalam sebuah hutan kecil.
Setiap
ruangan diisi perangkat mebel, ukiran Jepara dan koleksi lukisan-lukisan karya
para maestro, seperti Basuki Abdullah, Dullah, Sudjojono dan Lee Man Kong.
Sedangkan bangunan-bangunan paviliun masing-masing diberi nama tokoh-tokoh
pewayangan. Beberapa paviliun baru selesai dibangun tahun 1916 dan ada dua yang
terbaru dibangun pada 1984. keseluruhan bangunan tampak begitu mewah dan
artistik. Di bagian belakang istana terdapat kolam air mancur bergaris tengah
27 m.
Mesjid
Agung
Mesjid Agung Cianjur yang megah
terletak di pusat Kota Cianjur yang dibangun pertama kali tahun 1810 M. oleh
penduduk Cianjur yang tidak tercatat namanya. Dibangun di atas tanah wakaf Ny.
Raden Bodedar binti Kangjeng Dalem Sabiruddin, Bupati Cianjur ke - 4.
Luas Mesjid semula 400 meter. yang berkembang menjadi 2500 meter dan mengalami beberapa perbaikan sampai terakhir yang sangat besar yang ketujuh kali dari tahun 1993 sampai tahun 2000 atau kurang lebih tujuh tahun dengan biaya sekitar Rp. 10 Miliar. Design dan stylasinya memadukan gaya dan ciri khas mesjid tempo dulu dengan gaya arsitektur modern dan dapat menampung sekitar 4000 jemaah.
Luas Mesjid semula 400 meter. yang berkembang menjadi 2500 meter dan mengalami beberapa perbaikan sampai terakhir yang sangat besar yang ketujuh kali dari tahun 1993 sampai tahun 2000 atau kurang lebih tujuh tahun dengan biaya sekitar Rp. 10 Miliar. Design dan stylasinya memadukan gaya dan ciri khas mesjid tempo dulu dengan gaya arsitektur modern dan dapat menampung sekitar 4000 jemaah.
Khas Cianjur
Ayam Pelung merupakan ayam peliharaan asal Cianjur, sejenis ayam asli
Indonesia dengan tiga sifat genetik. Pertama suara berkokok yang panjang
mengalun. Kedua pertumbuhannya cepat. Ketiga postur badan yang besar. Bobot
ayam pelung jantan dewasa bisa mencapai 5 - 6 kg deMenurut cerita tahun 1850 di
Desa Bunikasih Kecamatan Warungkondang Cianjur ada Kiayi dan Petani bernama H.
Djarkasih atau Mama Acih menemukan anak ayam jantan di kebunnya. Anak ayam yang trundul di bawa pulang dan dipelihara. Pertumbuhan anak ayam tersebut sangat pesat menjadi seekor Ayam Jago bertubuh besar dan tinggi serta suara kokoknya panjang mengalun dan berirama. Ayam jantan itu dinamakan Ayam Pelung dan oleh Mama Acih dikembangkan, dikawinkan dengan ayam betina biasa.
Sekarang Ayam Pelung ini semakin terkenal dan cukup diminati oleh masyarakat umum, wisatawan nusantara dan mancanegara. Seorang Putra Kaisar Jepang pernah berkunjung ke Warungkondang untuk melihat peternakan Ayam Pelung tersebut. Bahkan di Cianjur setiap tahun diselenggarakan kontes Ayam Pelung yang diikuti pemilik dan pemelihara ayam pelung se-Jawa-Barat dan DKI Jakarta. Ayam Pelung terbaik yang menjadi juara kontes bisa mencapai harga jutaan rupiah.
Nama ayam pelung berasal dari bahasa
sunda Mawelung atau Melung yang artinya melengkung,
karena dalam berkokok menghasilkan bunyi melengkung juga karena ayam pelung
memiliki leher yang panjang dalam mengahiri suara / kokokannya dengan posisi
melengkung.
Ayam pelung merupakan salah satu
jenis ayam lokal indonesia yang mempunyai karakteristik khas, yang secara umum
ciri ciri ayam pelumg dapat digambarkan sebagai berikut :
- Badan: Besar dab kokoh (jauh lebih berat / besar dibanding ayam lokal biasa)
- Cakar: Panjang dan besar, berwarna hitam, hijau, kuning atau putih
- Pial: Besar, bulat dan memerah
- Jengger: Besar, tebal dan tegak, sebagian miring dan miring, berwarna merah dan berbentuk tunggal
- Warna bulu: Tidak memiliki pola khas, tapi umumnya campuran merah dan hitam ; kuning dan putih ; dan atau campuran warna hijau mengkilat
- Suara: Berkokok berirama, lebih merdu dan lebih panjang dibanding ayam jenis lainnya.
Budidaya Ayam Pelung
Budidaya yang bertujuan untuk
menghasilkan keturunan ayam pelung yang unggul dan baik terus dilakukan secara
teliti dan tepat, yang mencakup antara lain : Pemilihan Induk, Pemilihan
Pejantan, Teknik pemeliharaan dan kesehatan (sanitasi kandang & vaksinasi
berkala). Dengan perkembangan teknologi belakangan ini, kita semua sependapat
bahwa ayam pelung harus dikembangkan dan dibididayakan secara maksimal untuk
kepentingan kesejahteraan manusia, tetapi dari sisi melestarikan dan
mengembangkan ayam pelung dengan tidak harus merusak atau memusnahkan ras
pelung yang sudah ada dan terbukti memiliki berbagai keunggulan.
Kontes Dan Bursa Ayam Pelung
Seperti halnya burung perkutut atau
burung kicauan lainnya, ayam jago pelung juga dikonteskan yang menitik beratkan
kepada alunan suaranya, dan sekarang ini hampir semua aspek sudah mendapat
penilaian dalam suatu kontes : kontes suara khusus untuk jago ayam pelung,
kontes penampilan, bobot badan dan juga untuk Pelung betina yang meliputi lomba
lokal, nasional maupun internasional yang telah diagendakan secara terorganisir
pada setiap tahunnya.
Pada kontes Ayam Pelung tersebut
selain diadakan lomba tarik suara dan lainnya juga merupakan arena bursa
penjualan dari anak ayam sampai ayam dewasa, dari usia 0 s/d 1 bulan (jodoan),
usia 3 bulan (sangkal), usia 6 s/d 7 bulan (jajangkar), sampai kepada ayam
pelung yang sudah jadi (siap kontes). Dengan demikian lomba/kontes ayam pelung
sekaligus merupakan bursa penjualan, promosi dan sosialisasi khusus ayam
pelung. Melalui bursa semacam ini para pembeli, penjual dan penggemar merasa
puas karena pada umumnya mendapatkan bibit-bibit maupun induk yang berkualitas
dan tambahan pengetahuan tentang segala hal mengenai ayam pelung yang cukup
memuaskan dari sesama peternak dan penggemar.
ngan tinggi antara 40 sampai 50
cm.
Beras
Pendahuluan
Pandanwangi adalah beras khas
Cianjur berasal daripadi bulu varietas local. Karena nasinya yang beraroma
pandan, maka padi dan beras ini sejak tahun 1973 terkenal dengan sebutan Pandanwangi
Keunggulan Spesifik
Jenis padi varietas lokal Cianjur
yang menghasilkan beras Cianjur Asli Pandanwangi termasuk varietas Javonica
atau biasa dikenal padi bulu, mempunyai keunggulan rasa sangat enak, pulen dan
beraroma wangi pandan.
Karena rasanya sangat khas tersebut
maka harga berasnya cukup mahal bias dua kali lipat harga beras biasa.
Deskripsi
Umur tanaman 150 -165 hari, tinggi
tanaman 150 170 cm, untuk gabah (endosperm) bulat / gemuk berperut, bermutu,
tahan rontok, berat 1000 butir gabah 300 gr, rasa nasi enak, beraroma pandan,
kadar amylase 20% potensi hasil 6 7 Ton/Ha malai kering pungut.
Kandungan Giji
No
|
Parameter
|
Satuan
|
Hasil
|
1.
|
Kadar Protein
|
%
|
8.97
|
2.
|
Kadar Lemak
|
%
|
0,32
|
3.
|
Kadar Gula Pereduksi
|
%
|
63,39
|
4.
|
Fe
|
Ppm
|
4,65
|
5.
|
Cu
|
Ppm
|
6,42
|
6.
|
Kalori
|
Kg/g
|
14,81
|
Sumber Institut Pertanian Bogor
(IPB) Tahun 2001
Sentra produksi
Varietas unggulan local Pandanwangi
cocok ditanam di dataran sedang dengan ketinggian 700 m DPL dan yang paling
terkenal dari daerah Kecamatan Warungkondang, Cugenag, Cibeber, Cianjur, Cilaku
dan Kecamatan Campaka, uniknya apabila di tanam di luar daerah tersebut rasanya
berbeda dan aromanya tidak muncul. Hingga saat ini belum ada kualitas
pandanwangi yang dapat menandingi kualitas pandanwangi dari
daerah/Kecamatan-Kecamatan tersebut diatas. Hal ini belum ada penelitian secara
khusus yang bias menjelaskan fenomena tersebut.
Daerah Sentra Produksi
Kecamatan
|
Kel.
Tani (BH)
|
Jumlah
Anggota
|
Luas
Sawah
|
Tani
Pandanwangi
|
Dikomsumsi
|
Dijual
(Ton)
|
Warungkondang
|
28
|
2.597
|
2.985
|
760
|
348
|
5.950
|
Cibeber
|
20
|
818
|
3.200
|
315
|
216
|
1.864
|
Cugenang
|
14
|
912
|
2.174
|
357
|
468
|
|
Cilaku
|
31
|
412
|
2.574
|
210
|
143
|
1.329
|
Cianjur
|
14
|
494
|
1.206
|
183
|
187
|
901
|
Campaka
|
2
|
40
|
2.800
|
15
|
12
|
76
|
Jumlah
|
78
|
4.870
|
14.939
|
1.876
|
1.374
|
11.527
|
Pemasaran
Beras Cianjur Pandanwangi banyak
dijual di took-toko dan kios-kios beras sekitar kota Cianjur, dijajakan dalam
berbagai ukuran dimulai dari 5 Kg sampai dengan 25 Kg / kemasan dalam berbagai
grid atau kualitas diantaranya beras super, beras kepala I, beras kepala II
sesuai dengan permintaan konsumen. Harga dipasaran antara Rp. 9000,00 sampai
dengan Rp. 12.000,00 /Kg tergantung dari kualitas.
Kontak bisnis
No
|
Nama Perusahaan
|
Alamat
|
Kapasitas Produksi Ton / Bulan
|
Merk Dagang
|
1.
|
PB.
Sukamulya
|
Kp.
Cisurupan Ds. Sukamulya Warungkondang
|
15
|
Citra
Sawargi Xiang Mi
|
2.
|
PB.
Cibinong
|
Kp.
Cibinong RT. 03 / 07 Ds. Ciwalen Warungkondang
|
5
|
P. Wangi
|
3.
|
PB.
Pusaka
|
Ds.
Bunikash RT. 26 / 07 warungkondang
|
6
|
Karya
Tirta
|
4.
|
PB.
Wangun
|
RT. 09 /
03 Ds. Bunikasih Warungkondang
|
6
|
Karya
Tirta
|
5.
|
PB.
Burung Nuri
|
Jl. Raya
Seda Maya No. 160 Cibeber (0263) 334448
|
60
|
Burung
Nuri
Elit
Super
|
6.
|
PB.
Sugih Mukti
|
Kp.
Songgom RT. 01 / 01 Ds. Cikondang Cibeber (0263) 334400
|
20
|
Sugih
Mukti
|
7.
|
PB.
Hikmah
|
Jl. Raya
Cibeber KM. 13 (0263) 334177, 334277
|
5
|
Hikmah
|
8.
|
CV.
Quasindo
|
Jl.
Merak No. 25 Semarang 50174 Tlp. 024-3568515 Fax. 024-3581453 E-mail. Quasindo_smg@Yahoo.com
|
15
|
Xiang Mi
|
9.
|
PB.
Joglo
|
Cibinong
Rancagoong (0263) 265602, 267596
|
60
|
Istana
Joglo Kepala
|
10.
|
PB. Budi
Asih
|
Jl.
Cokroaminoto No. 28 Cianjur (0263) 261483
|
60
|
Istana
Joglo Kepala
|
11.
|
PB. Sd.
Asih
|
Jl.
Babakan Pandan (0263) 266789
|
60
|
-
|
12.
|
PB. OKH
|
Jl. Raya
Sukabumi Bayubud
|
60
|
-
|
.
Tauco
Tauco yang bahannya dari kacang kedele merupakan makanan khas Cianjur dan dapat di jadikan makanan variatif seperti geco, sambal,tauco atau pecel tauco. Mudah didapat di kota Cianjur dan dijadikan ole-ole bagi masyarakat luar kota Ciajur yang singgah di Cianjur.
Pencak Silat
Sejak dulu Cianjur dikenal dengan Seni Bela Diri Pencak
Silat yang menghasilkan berbagai aliran terkenal, antara lain aliran Cikalong,
Cimande dan Sabandar.
Pencipta
dan penyebar aliran Pencak Silat Cikalong adalah R. Djajaperbata atau dikenal
dengan nama R.H. Ibrahim. Aliran ini mempunyai ciri permainan rasa yaitu
sensitivitas atau kepekaan rasa yang mampu membaca segala gerak lawan ketika
anggota badan saling bersentuhan dan dapat melumpuhkannya. Ciri lain adalah
ilmu pukulan (ulin peupeuhan-bahasa sunda) yang mengandalkan kecepatan gerak
dan tenaga ledak. R.H. Ibrahim meninggal tahun 1906 dimakamkan di pemakaman
keluarga Dalem Cikundul, Cikalong Kulon Cianjur.
Pada era yang sama, di Cianjur muncul tokoh Pencak Silat bernama Muhammad Kosim di Kampung Sabandar Karang Tengah Cianjur dikenal sebagai Mama Sabandar. Salah satu ciri aliran ini ialah kemahiran dalam mengeluarkan tenaga yang dikenal dengan nama Liliwatan.
Dalam perkembangannya, Pencak Silat Cianjur menghasilkan aliran-aliran baru seperti aliran Cikaret, Bojongherang dll. Dalam dunia persilatan, Cianjur banyak menghasilkan tokoh-tokoh antara lain : R. Abah M. Sirod, R. Didi Muhtadi (Gan Didi), R.O. Saleh (Gan Uweh), Abah Aleh, R. Idrus, R. Muhidin dll. Sedangkan tokoh Maenpo (Pencak Silat Peupeuhan) antara lain : Rd. H. Ibrahim, H. Toha, Aa Dai, Wa Acep Tarmidi, Abah Salim, Adung Rais dan yang lainnya.
Pada era yang sama, di Cianjur muncul tokoh Pencak Silat bernama Muhammad Kosim di Kampung Sabandar Karang Tengah Cianjur dikenal sebagai Mama Sabandar. Salah satu ciri aliran ini ialah kemahiran dalam mengeluarkan tenaga yang dikenal dengan nama Liliwatan.
Dalam perkembangannya, Pencak Silat Cianjur menghasilkan aliran-aliran baru seperti aliran Cikaret, Bojongherang dll. Dalam dunia persilatan, Cianjur banyak menghasilkan tokoh-tokoh antara lain : R. Abah M. Sirod, R. Didi Muhtadi (Gan Didi), R.O. Saleh (Gan Uweh), Abah Aleh, R. Idrus, R. Muhidin dll. Sedangkan tokoh Maenpo (Pencak Silat Peupeuhan) antara lain : Rd. H. Ibrahim, H. Toha, Aa Dai, Wa Acep Tarmidi, Abah Salim, Adung Rais dan yang lainnya.
Yang dimaksud dengan pertumbuhan
ekonomi adalah proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang
diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional [1].
Suatu negara dikatakan mengalami pertumbuhan ekonomi apabila terjadi
peningkatan GNP riil di negara tersebut. Adanya
pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.
Perbedaan antara keduanya adalah
pertumbuhan ekonomi keberhasilannya lebih bersifat kuantitatif, yaitu adanya
kenaikan dalam standar pendapatan dan tingkat output produksi yang dihasilkan,
sedangkan pembangunan ekonomi lebih bersifat kualitatif, bukan hanya
pertambahan produksi, tetapi juga terdapat perubahan-perubahan dalam struktur
produksi dan alokasi input pada berbagai sektor perekonomian seperti dalam lembaga, pengetahuan,
sosial dan teknik.
Selanjutnya pembangunan ekonomi
diartikan sebagai suatu proses yang menyebabkan pendapatan perkapita penduduk
meningkat dalam jangka panjang. Di sini terdapat tiga elemen penting yang
berkaitan dengan pembangunan ekonomi.
- Pembangunan sebagai suatu proses
Pembangunan sebagai suatu proses,
artinya bahwapembangunan merupakan suatu tahap yang harus dijalani olehsetiap
masyarakat atau bangsa. Sebagai contoh, manusia mulai lahir, tidak langsung
menjadi dewasa, tetapi untuk menjadi dewasa harus melalui tahapan-tahapan
pertumbuhan. Demikian pula, setiap bangsa harus menjalani tahap-tahap
perkembangan untuk menuju kondisi yang adil, makmur, dan sejahtera.
- Pembangunan sebagai suatu usaha untuk meningkatkan pendapatan perkapita
Sebagai suatu usaha, pembangunan
merupakan tindakan aktif yang harus dilakukan oleh suatu negara dalam rangka
meningkatkan pendapatan perkapita. Dengan demikian, sangat dibutuhkan peran
serta masyarakat, pemerintah, dan semua elemen yang terdapat dalam suatu negara
untuk berpartisipasiaktif dalam proses pembangunan. Hal ini dilakukan karena
kenaikan pendapatan perkapita mencerminkan perbaikan dalam kesejahteraan
masyarakat.
- Peningkatan pendapatan perkapita harus berlangsung dalam jangka panjang
Faktor ekonomi yang memengaruhi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi diantaranya adalah sumber daya alam, sumber daya manusia, sumber daya modal, dan keahlian atau kewirausahaan.
Sumber daya alam, yang meliputi tanah dan kekayaan alam seperti kesuburan tanah, keadaan iklim/cuaca, hasil hutan, tambang, dan hasil laut, sangat memengaruhi pertumbuhan industri suatu negara, terutama dalam hal penyediaan bahan baku produksi. Sementara itu, keahlian dan kewirausahaan dibutuhkan untuk mengolah bahan mentah dari alam, menjadi sesuatu yang memiliki nilai lebih tinggi (disebut juga sebagai proses produksi).
Sumber daya manusia juga menentukan keberhasilan pembangunan nasional melalui jumlah dan kualitas penduduk. Jumlah penduduk yang besar merupakan pasar potensial untuk memasarkan hasil-hasil produksi, sementara kualitas penduduk menentukan seberapa besar produktivitas yang ada.
Sementara itu, sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah bahan mentah tersebut. Pembentukan modal dan investasi ditujukan untuk menggali dan mengolah kekayaan. Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas.
Faktor nonekonomi mencakup kondisi sosial kultur yang ada di masyarakat, keadaan politik, kelembagaan, dan sistem yang berkembang dan berlaku.
Perbedaan Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi
- Merupakan proses naiknya produk per kapita dalam jangka panjang.
- Tidak memperhatikan pemerataan pendapatan.
- Tidak memperhatikan pertambahan penduduk
- Belum tentu dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat.
- Pertumbuhan ekonomi belum tentu disertai dengan pembangunan ekonomi
- Setiap input dapat menghasilkan output yang lebih banyak
Pembangunan ekonomi
- Merupakan proses perubahan yang terus menerus menuju perbaikan termasuk usaha meningkatkan produk per kapita.
- Memperhatikan pemerataan pendapatan termasuk pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya.
- Memperhatikan pertambahan penduduk.
- Meningkatkan taraf hidup masyarakat.
- Pembangunan ekonomi selalu dibarengi dengan pertumbuhan ekonomi.
- Setiap input selain menghasilkan output yang lebih banyak juga terjadi perubahan – perubahan kelembagaan dan pengetahuan teknik.
Dampak Positif dan Negatif Pembangunan Ekonomi
Pembangunan ekonomi yang berlangsung di suatu negara membawa dampak, baik positif maupun negatif.Dampak Positif Pembangunan Ekonomi
- Melalui pembangunan ekonomi, pelaksanaan kegiatan perekonomian akan berjalan lebih lancar dan mampu mempercepat proses pertumbuhan ekonomi.
- Adanya pembangunan ekonomi dimungkinkan terciptanya lapangan pekerjaan yang dibutuhkan oleh masyarakat, dengan demikian akan mengurangi pengangguran.
- Terciptanya lapangan pekerjaan akibat adanya pembangunan ekonomi secara langsung bisa memperbaiki tingkat pendapatan nasional.
- Melalui pembangunan ekonomi dimungkinkan adanya perubahan struktur perekonomian dari struktur ekonomi agraris menjadi struktur ekonomi industri, sehingga kegiatan ekonomi yang dilaksanakan oleh negara akan semakin beragam dan dinamis.
- Pembangunan ekonomi menuntut peningkatan kualitas SDM sehingga dalam hal ini, dimungkinkan ilmu pengetahuan dan teknologi akan berkembang dengan pesat. Dengan demikian, akan makin meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dampak Negatif Pembangunan Ekonomi
- Adanya pembangunan ekonomi yang tidak terencana dengan baik mengakibatkan adanya kerusakan lingkungan hidup.
- Industrialisasi mengakibatkan berkurangnya lahan pertanian.
- hilangnya habitat alam ba
ebut kegiatan ekonominya secara
rata-rata meningkat dari tahun ke tahun.
http://id.wikipedia.org/wiki/Pembangunan_ekonomi
http://cianjurkab.go.id

Tidak ada komentar:
Posting Komentar